Wednesday, September 16, 2020

Kebahagiaan dalam Yesus?

Sudah lama saya ingin membuat sebuah blogging seperti ini. Saya sendiri tidak mengerti kenapa saya menunggu sekian lama karena sebenarnya saya suka menulis. Kalau saya menulis pikiran-pikiran saya, itu menolong saya secara psikologi dan membuat saya menjadi sangat tenang dan merasa damai. Tetapi kenapa saya memberi judul "Joy in Jesus" (atau Kebahagiaan dalam Yesus")? Kenapa demikian? Kalau dalam bahasa Inggris "Joy in Jesus" itu membuat orang tertarik. Namun saya mempunyai alasan yang lebih dalam, selain hanya sebuah judul belaka! 

Apakah judul ini dibuat karena saya selalu senyum dan tertawa setiap hari? Apakah karena Tuhan Yesus sudah berjanji bahwa kita akan senang terus jika kita mengikutiNya? Atau, karena saya selalu berkata "Haleluya!" dan "Puji Tuhan!" Sama sekali tidak. Kalau saya jujur, saya harus menjawab "tidak" kepada setiap pertanyaan itu. Saya justru sebaliknya tidak selalu senyum. Kadang-kadang, saya merasa jengkel kepada orang lain (kiranya Tuhan mengampuni saya) dan saya  juga kadang-kadang memarahi anak-anak saya tanpa dasar yang jelas, bahkan saya juga kadang merasa stres dan depresi melihat keadaan yang ada yang bersifat negatif dan mengecewakan.

Tetapi, dengar baik-baik. Ada berita  yang sangat luar biasa yang ingin saya samapaikan. Tatkala saya sedang berada di tengah-tengah hari yang gelap saya tidak pernah merasa seperti  hidup tanpa harapan.  Tatkala saya berada  di tengah badai yang gelap, saya selalu melihat ada terang di depan sana. Kenapa? Karena seperti dikatakan dalam Roma 10 ayat 9, "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhandan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang matimaka kamu akan diselamatkan." WOW!! Itu berita yang super luar biasa!! Tuhan  tidak berkata lewat rasul Paulus bahwa: "Kalau kamu hidupnya baik, maka  kamu akan diselamatkan"; atau "Kalau kamu mentaati semua perintah Tuhan  maka kamu akan diselamatkan." Sama sekali tidak. Dia cuma berkata secara sangat sederhana:  "Jika kamu berkata bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dengan sungguh  maka kamu akan diselamatkan."

Berita itu yang selalu memampukan saya untuk bisa melewati hari-hari saya yang gelap. Berita yang sangat simple itu memberikan kepada saya "sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan"(dalam kata-kata Rasul Petrus yang tertulis di dalam 1 Petrus 1:8). Saya bisa merasakan sukacita yang dalam itu meskipun saya berada di tengah-tengah lembah kekelaman. 

Saya ingin berceritera tentang bagaimana saya sendiri merasakan kebahagiaan yang sejati, meskipun mendapat tantangan yang sangat berat dalam pengalaman hidup saya. Kepercayaan dalam Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat itulah yang mengakibatkan saya bisa bertahan dalam peristiwa yang diijinkan Tuhan, dimana anak saya yang masih kecil meninggal dunia. Tetapi itu adalah ceritera yang panjang yang mana saya akan membagikannya dengan saudara di kemudian hari.

Jadi, kenapa saya memilih judul "Joy in Jesus"?  Karena lewat tulisan-tulisan saya ini, saya ingin menghibur dan menguatkan orang-orang yang mungkin sedang mengalami pergumulan yang berat seperti yang pernah saya alami. Lewat tulisan-tulisan saya ini, saya ingin mengingatkan kita semua tentang kebahagiaan abadi yang bisa kita dapat jika kita mengikuti Tuhan Yesus Kristus. Saya mau mengingatkan kita semua (saudara maupun saya sendiri) bahwa semakin kita menyerahkan diri kita kepada Yesus Kristus, semakin kita bisa dapat kebahagiaan abadi. 

18 comments:

  1. Hi Mare, wish you lots of joy for this coming week

    ReplyDelete
  2. Wao. Ini sesuatu hal yg sungguh luar biasa mom. Terima ksh karena sdh mau berbagi dengan kmi juga. We love youπŸ’™πŸ’™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih adik... Tuhan Yesus selalu memberkati...

      Delete
  3. Wao. Ini sesuatu hal yg sungguh luar biasa mom. Terima ksh karena sdh mau berbagi dengan kmi juga. We love youπŸ’™πŸ’™

    ReplyDelete
  4. Hallo ibu
    Terima kasih banyak telah berbagi di dalam blog ini. Saya sangat diberkati dengan membaca berita sukacita yang ibu bagikan. Saya menanti kesempatan yang lain dari ibu. Tuhan Yesus memberkati ibu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Jhovan. Terima kasih ya, untuk dorongannya... Tuhan Yesus memberkati...

      Delete
  5. Thanks Ma! Saya sangat di berkati.

    ReplyDelete
  6. Hi, coming from you're number 1 fan😁. Can't wait for your first blog.

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. LOL -- I wondered who that was!! Glad to see my kids are my #1 fans. πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
  8. hey mom, that was awesome article! you must be a book writer soon! greetings from Batu :) we miss you

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aw thanx Gilbert. We miss you too! We remember you especially Sunday mornings when eating pancakes. πŸ˜‰πŸ˜†

      Delete
  9. Luar Biasa Ma...Ditunggu tulisan Berikutnya Ma...Tuhan Yesus memberkati Ma πŸ€—πŸ€—πŸ€—

    ReplyDelete
  10. Terima kasih...Tuhan Yesus memberkati adik juga...πŸ˜€πŸ˜€πŸ’•πŸ’•

    ReplyDelete

The Truth About Me

It dawned on me one day recently, that my sense of worth was tied up with a ton of "must do's" and "must not do's...