Tuesday, November 10, 2020

Prioritas Saya di Mana?

     Pada hari Rabu, 16 September, 2020, saya memposting blog saya yang pertama. Sejak tanggal itu, setiap minggu saya menerbitkan artikel baru. Namun minggu lalu merupakan yang pertama kali saya tidak menerbitkan artikel yang baru. Mungkina ada yang bertanya menagapa? Dibawah ini adalah ceritanya...

    Beberapa bulan yang lalu saya temukan bahwa ternyata ada penyerangan kutu busuk di dalam tempat tidur anak-anak saya. Itu sangat menjengkelkan saya. Saya paling tidak suka dengan serangga ini. Saya kira banyak dari kita yang sama seperti saya karena serangga ini sangat mengganggu hidup dan waktu istirahat kita. Akibat saya mengambil keputusan untuk segera membersihkan setiap ruangan di dalam rumah saya secara seksama dan seakurat mungkin sampai ke akar dan telur-telur serta semua tempat persembunyian mereka. Setelah satu minggu bekerja keras, saya berpikir bahwa semua kutu busuk itu sudah dibasmi secara tuntas. Saya pun bisa tidur pulas dan nyenyak. Ternyata, satu minggu kemudian, saat saya tidur di tempat tidur, saya kaget melihat beberapa kutu busuk di atas tempat tidur saya! Saya jujur di sini, saya bukan hanya kecewa tetapi saya benar-benar marah! Saya marah kepada diri saya sendiri karena saya telah mengambil keputusan yang keliru, di mana waktu memasuki rumah ini, menggunakan saja beberapa kasur lama dari pemilik yang lama yang tidak dipakai tanpa meneliti dengan baik sebelum menggunakannya. Saya juga marah karena waktu pertama kali bersihkan rumah, saya tidak bersihkan kamar saya dengan baik dan tidak terlalu teliti. Saya berpikir mereka tidak mungkin sampai di kamar saya. Saya marah karenanya kami mendapat masalah ini.

    Tetapi, meskipun marah, saya tetap harus membersihkan ulang lagi. Membersihkan SEMUAnya. Saya tidak mau ada kutu busuk satu ekorpun dalam rumah saya lagi. Jadi saya bersihkan semua -- tempat tidur termasuk sofa, lemari pakaian, seluruh pakain, dll. Tangan saya menjadi keram setiap hari karena saya harus membersihkan semua sepatu, boneka-boneka anak-anak, dll. Bahu, pungung,  pingging dan belakang saya terasa sakit sekali. Bukan itu saja, tiba-tiba dada saya merasa tertikam. Meskipun sudah diobati bahkan diurutpun masih sakit. Bahkan, sakitnya merasa tertusuk sampai di belakang saya. Saya tidak bisa bergerak. Ketika saya tidurpun sangat sakit. Bahkan saat saya batuk atau bernafas  ecara dalam, air mata saya terasa mau jatu karena sakitnya luar biasa. Malam itu saya sulit tidur; sampai sekitar jam satu pagi baru bisa tertidur.

    Besok pagi, setelah saya bangun dari tidur, saya sadar bahwa ternyata saya sudah bekerja terlalu banyak dan akhibatnya sekarang saya tidak bisa bekerja lagi karena harus istirahat. Tenaga saya mungkin hilang kekuatan sekitar 50% dari biasanya. Badan saya terasa sakit dan kaku. Saya ingin selesaikan pekerjaan saya membersihkan rumah saya tetapi saya sudah tidak mampu lagi. 

Sambil berbaring di tempat tidur pagi itu, saya tiba-tiba sadar bahwa akhir-akhir ini saya hampir-hampir tidak berdoa dan membaca Firman Tuhan lagi. Saya sudah fokus betul-betul di kutu busuk yang ada di rumah saya dan lupa Tuhan!

    Saya langsung mengambil Alkitab saya dan pergi ke ruang meditasi kami, di mana saya biasa membuat perenungan dan saya mulai berdoa kepada Tuhan. Saya meminta Tuhan untuk menolong saya dalam pekerjaan di dalam rumah yang ada. Saya lalu diingatkan pada satu ayat Firman Tuhan. Di dalam Matius 6 ayat 33 katakan demikian: "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Wow. Luar biasa. Saya ditegor saat itu. Prioritas saya di mana? Apakah beberapa binatang kecil di dalam rumah saya lebih penting dari pada mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya? Tentu tidak. Memang kutu busuk menjengkelkan dan bisa membuat orang kecewa atau marah. Bahkan mereka bisa membuat badan kita lemah kalau kita memaksakan diri bekerja keras untuk membersihkannya dari rumah. Tetapi kita tidak boleh ijinkan mereka untuk mengacaukan prioritas kita untuk Tuhan dan KerajaanNya. Kita tidak boleh ijinkan mereka untuk merusak visi kita di dalam hidup. Yaitu, paling penting di atas semuanya adalah bagaimana saya bisa memajukan kerajaan Allah dan memuji nama Tuhan. 

Carilah dahulu Kerajaan Allah dan membuat goal atau tujuan utama dan pertama untuk mendapatkan kebenaran dan kehidupan yang suci di hadapan Tuhan. Apakah saudara juga punya "kutu busuk" di dalam hidup saudara? Mungkin tidak sama seperti yang saya sedang alami -- serangga-serangga kecil-kecil yang suka hidup di dalam kasur orang dan yang membuat badan gatal-- tetapi mungkin saudara  menghadapi masalah yang lain yang kurang enak, menjengkelkan, melemahkan, atau membuat saudara sedih, kecewa atau marah? 

Lewat kesempatan ini saya ingin menguatkan saudara. Saudara pasti bisa menyelesaikan masalah itu. Tetaplah kerja agar dapat menyelesaikan masalah itu. Kalaupun saudara ingin menangis -- itu pun tidak salah. Kalau itu menolong, silahkan berteriak dan menangis. Tetapi apapun yang saudara buat, ingat bahwa mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya haruslah nomor satu dalam hidup saudara. Jangan lupa prioritas ini. Puji Tuhan tidak akan ada kutu busuk di sorga. Di sorga tidak akan ada kerja yang begitu melelahkan atau frustrasi, atau air mata, atau kesedihan. Di sorga hanya ada sukacita dan kebahagiaan. Kiranya itu menjadi motivasi dan obat tatkala kutu busuk datang menyerang saudara dan saya.

No comments:

Post a Comment

The Truth About Me

It dawned on me one day recently, that my sense of worth was tied up with a ton of "must do's" and "must not do's...