"FirmanMu, pelita bagi kakiku..." Kemarin syair lagu ini terdengar secara lantang dan merdu di telinga saya. Ini adalah sebuah lagu Kristen yang terkenal yang dibuat oleh Amy Grant dan Michael W. Smith. Saya mendengarnya, tiba-tiba kata-kata yang berasal langsung dari Mazmur 119:105, membuat saya berpikir, "Apakah Firman Tuhan benar terang bagi jalanku?"
Tatkala saya merenungkan kata-kata Firman Tuhan sebagai lampu atau pelita, saya tiba-tiba teringat waktu saya kecil dan pergi berkemping bersama keluarga saya. Di tengah malam, tatkala saya bangun untuk pergi ke kamar kecil di luar, saya lalu berpikir apa yang saya butuhkan? Ya, tentu saya perlu sebuah lampu senter! Karena saya kurang mengenal area di tempat kemping itu, maka saya memang perlu senter agar saya jangan jatuh saat saya berjalan. Apa lagi di tempat itu ada banyak pepohonan, carang-carang pepohonan, batu-batu, dan benda-benda lainnya. Juga tidak ada listrik di tempat kemping itu. Jadi memang terlihat sangat gelap. Selain itu, ada binatang-binatang liar seperti "skunk" ( ini adalah binatang di Kanada yang berwarna hitam-putih dan saat ia mengeluarkan cairan dari duburnya maka kita akan merasa bau busuk yang sangat menusuk), juga ada ular, bahkan kemungkinan beruang yang harus diwaspadai! Jadi sangatlah penting untuk memegang sebuah senter jikalau mau keluar kemah pada malam hari untuk mencari kamar kecil.
Sebagai orang Kristen, Firman Tuhan seperti lampu senter itu bagi saya. Firman Allah adalah bagian yang utama dalam hidup saya. Dia menunjukan kepada saya jalan yang saya harus lalui. Dia menunjukan kepada saya identitas yang saya miliki di dalam Kristus. Dia menolong saya waktu jalan sulit. Dia juga memberikan kepada saya harapan agar saya bisa jalan terus. Hanya kadang-kadang saya tidak sadar betapa berharga Firman Allah bagi saya, dan saya menganggap enteng Firman Allah itu.
Saya kadang mendengar cerita-cerita nyata tentang orang-orang percaya yang hidup di tempat yang sulit. Mereka harus beribadah tersembunyi. Jikalau tidak, mereka pasti menghadapi penganiayaan atau pembunuhan. Saya dengar orang-orang itu bertemu dengan diam-diam dan bertukar ayat-ayat Alkitab yang mereka punyai. Kalau mereka mendapat ayat atau pasal Firman Tuhan yang baru, mereka cepat-cepat pulang dan mulai menghafal ayat-ayat bahkan pasal itu, agar supaya jikalau pemerintah mengambilnya, maka mereka sudah kuasai Firman itu di dalam hati mereka. Saya harap saya bisa menjadi seperti mereka, dan memegang Firman Tuhan sebagai barang yang sangat berharga.
Saya berdoa saya tidak harus melewati waktu yang sulit, baru saya sadar tentang nilai yang luar biasa dari Firman Tuhan. Saya berdoa saya bisa lebih rajin dengan waktu pribadi saya membaca Firman Allah dan tidak membuatnya setelah semua pekerjaan saya selesai, karena sebagaimana Tuhan Yesus sendiri katakan kepada Setan waktu dia dicobai oleh si Iblis di padang gurun, “Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4 di mana Yesus mengutip dari Ulangan 8:3).
Kiranya refleksi-refleksi ini menginspirasikan kita semua (termasuk saya sendiri) untuk buat komitmen-komitmen yang lebih giat lagi, untuk membaca dan mempelajari Firman Tuhan secara pribadi, bersama teman, di gereja sebagai kelompok kaum perempuan atau kaum laki-laki, maupun mendengar Firman Tuhan yang dijelaskan oleh hamba-hambanya dengan baik tiap minggu di gereja. Kalaupun gereja harus lewat online sekarang karena kondisi pandemi yang ada, itupun tidak apa-apa.
Tetaplah rajin! Karena, seperti Tuhan katakan kepada Yosua di dalam Perjanjian Lama, "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung" (Yosua 1:8). Dan sebagaimana Tuhan Yesus katakan di dalam Perjanjian Baru, "Berbahagialah orang-orang yang mendengarkan firman Allah dan menaatinya" (Lukas 11:28).
Kalau artikel ini sudah membawa berkat ke dalam hidup Bapak / Ibu / Saudara / Saudari, silahkan klik "follow" atau "subscribe via email" agar bisa mendapat lebih banyak artikel lagi seperti ini. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Soli Deo Gloria.
