Wednesday, June 9, 2021

Dari Manakah Akan Datang Pertolonganku?

Artikel ini ditulis pada tanggal 18 April dan baru hari ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka hal-hal seperti bencana alam dan lain-lain sebenarnya terjadi lebih ke belakang dari pada tersirat di dalam artikel.

Maafkan saya karena saya tidak posting blog-blog yang baru selama beberapa minggu. Saya merasa  terlalu banyak hal yang saya alami sehingga saya merasa sulit meluruskan pikiran saya akibatnya saya  sulit untuk menulis sesuatu guna membangun orang lain.

Ada keluarga yang menghadapi kesakitan, memasuki masa tua bahkan bencana-bencana alam yang terjadi beberapa kali yang sungguh menguras tenaga dan pikiran. Tiap kali kami mendapatkan berita buruk seperti ini rasa-rasa seperti saya juga menderita bersama-sama dengan keluarga kami yang sedang alami penderitaan itu. Lebih dari itu, saya merasa tak berdaya karena saya tinggal jauh dari keluarga kami dan akibatnya tidak bisa buat apa-apa untuk menolong mereka. Saya merasa kaget setiap kali dapat berita yang baru dan saya merasa kasih dan sedih serta kawatir akan kenyamanan dan keselamatan mereka ditambah dengan kawatir akan kenyamanan dan keselamatan kami tatkala kota kami yang baru-baru mengalami gempa bumi yang cukup besar. 

Oleh karena hal-hal tersebut itu, saya sering menanyakan seperti pemazmur di Mazmur 42 dan 43, "Mengapa engkau tertekan hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?" (Mz 42: 5a / 11a / Mz 43:5a) Saya harus memfokuskan diriku supaya membaca jawabannya dan mengingatkan diriku seperti pemazmur. "Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!" (Mz 42: 5b / 11b / Mz 43: 5b) Marilah kita jujur -- kadang-kadang kita harus dengan maksud berbicara sama diri sendiri baru kita sekali lagi berharaplah kepada Tuhan dan benar-benar menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan menerima kehendakNya di dalam segala hal.  

Tiba-tiba kemarin waktu saya berjalan olah raga pada pagi hari bersama anak-anak, saya melihat keindahan gunung-gunung yang terlihat di kejauhan (lihat foto di atas). Kata-kata dari Firman Tuhan di dalam Mazmur 121 muncul di beni otak saya dengan jelas. "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi." Gunung-gunung itu mengingatkan saya bahwa yang menciptakan gunung-gunung yang megah dan indah itu pasti dapat menolong saya dan semua yang berharap kepadaNya. 

Ingatlah saudara-saudaraku untuk meminta pertolongan dari Tuhan di saat yang saudara membutuhkannya. Dia akan selalu menepati janjiNya untuk menolong anak-anakNya. Kalau Bapak / Ibu / Saudara / Saudari menyukai artikel ini, jangan lupa ya klik "follow" atau "subscribe via email" supaya mendapat artikel-artikel yang lain di masa depan. Syalom... Tuhan memberkati... 

No comments:

Post a Comment

The Truth About Me

It dawned on me one day recently, that my sense of worth was tied up with a ton of "must do's" and "must not do's...