Wednesday, July 28, 2021

Bersinarlah Yesus, Bersinarlah

Kira-kira satu bulan yang lalu, saya menulis tentang Firman Allah sebagai sebuah lampu yang menerangi jalan yang gelap. Firman Tuhan bisa menjadi penolong untuk kita, bisa membawa kehidupan untuk kita, dan bisa menguatkan hati kita, asal kita membacanya dan menghargainya sebagai sesuatu yang sangat berharga di dalam hidup kita. Tetapi, setelah itu, apa yang akan kita buat? Apakah kita akan memegang terang itu dengan erat dan hanya memakainya untuk diri sendiri? 

Firman Tuhan di dalam Lukas 11 ayat 33 katakan bahwa, "Tidak seorangpun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya." Ini adalah tantangan bagi Saudara dan saya. Apakah kita ingin agar lampu terang itu menerangi kehidupan kita sendiri saja, atau kita juga siap bercahaya untuk kehidupan orang lain?

Tanggung jawab kita pertama adalah terhadap keluarga kita sendiri. Di dalam Ulangan 11 ayat 19 katakan bahwa "Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu  dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun". Itu bukan tugas yang ringan saudara-saudara. Saya berbicara dengan anak-anak saya tentang kebenaran Firman Tuhan di siang hari tetapi saya tahu pasti saya tidak bicara dengan mereka di malam hari. Malah, kalau saya sudah siap diri untuk berbaring, lalu anak-anak datang mengganggu saya, saya biasanya bukan bicara dengan mereka tentang kebenaran Firman Tuhan tetapi saya bicara dengan kata-kata agak marah!

Kita harus bercahaya di dalam keluarga kita masing-masing. Tetapi kita harus bercahaya lebih jauh lagi dari pada hanya kepada keluarga kita. Di dalam Firman Tuhan yang sama, di ayat yang ke-18 dikatakan bahwa kita harus mengikat Firman Tuhan di tangan kita dan menaruhnya di dahi kita. Bahkan, ayat 20 menyuruh kita agar kita menulis kata-kata Firman Tuhan di tiang pintu rumah dan di pintu gerbang kita. Artinya, siapa saja yang kita bertemu dan siapa saja yang datang ke rumah kita, mereka harus mendengar dan melihat kesaksian atau contoh hidup tentang Injil Tuhan Yesus. Kalau mereka percaya atau tidak, itu bukan masalah kita, tetapi orang-orang harus dengar tentang Firman Tuhan lewat kita. 

Saya teringat tentang lagu Kristen yang sangat terkenal di dunia barat. Lagu itu, ditulis oleh Graham Kendrick di tahun 1988, berjudul "Shine, Jesus, Shine". Refnya seperti ini:

Shine, Jesus, shine
Fill this land with the Father's glory
Blaze, Spirit, blaze
Set our hearts on fire
Flow, river, flow
Flood the nations with grace and mercy
Send forth your word
Lord, and let there be light

Kalau kita menyanyi lagu itu kita meminta Tuhan Yesus untuk bercahaya di dunia, dan meminta Roh Kudus untuk bersinar agar hati kita masing-masing menjadi seperti api yang menyala-nyala. Kita meminta Firman Tuhan keluar dari kita dengan kasih dan anugerah Tuhan kepada semua bangsa di dunia. 

Doa saya hari ini adalah: "Tuhan, tolong bekerja di dalam hati kita masing-masing dengan Roh Kudus dan membuat kita dengan tujuan yang jelas dan dengan rencana yang baik, memancarkan terangMu ke dalam kehidupan siapa saja yang melintasi jalan kita. AMIN"

Kalau artikel ini sudah membawa berkat ke dalam hidup Bapak / Ibu / Saudara / Saudari, silahkan klik "follow" atau "subscribe via email" agar bisa mendapat lebih banyak artikel lagi seperti ini. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Soli Deo Gloria.

Shine, Jesus, Shine

About a month ago, I wrote about God's Word guiding us through life just as a needed lamp lights up someone's path in the darkness. That Word of God can be so helpful, life-giving, and encouraging but in order to reap the benefits, we will need to read it and treasure it as something that is very precious. But after that, what do we do with it? Will we hog that lamp and use it only for ourselves?

God's Word says in Luke 11 verse 33 that "No one lights a lamp and puts it in a place where it will be hidden, or under a bowl. Instead, he puts it on its stand, so that those who come in may see the light." This is a challenge for you and I. Are we letting this lamp not only light up our own life, but also shine into the lives of others?

Our first responsibility should be towards our own families. For example, in Deuteronomy 11:19 we are commanded to "Teach them to your children, talking about them when you sit at home and when you lie down and when you get up." No easy task! I talk to my children about God's Word, but I am not sure I do it to that extent. Especially when I lie down at night; I don't think I share Biblical truths with my children while I'm lying down. In fact, when one of my children happens to interrupt my going to sleep, I can get quite grumpy! 

But it doesn't stop with just our families. In verse 18 of Deuteronomy 11 it says we need to bind the Word on our foreheads. Verse 20 even says to write God's Words on the door frames and gates of our houses! I think that means that wherever we go, and whenever people come over to our houses, people should hear about and see evidence of, the gospel in us and our families. Whether or not they accept it is not our problem, but they should be getting to know about God's Word through us. This is a humbling thought.

I am reminded of the refrain of the well-known Christian song, "Shine, Jesus, Shine" (composed by Graham Kendrick in 1988). It goes like this:

Shine, Jesus, shine

Fill this land with the Father's glory
Blaze, Spirit, blaze
Set our hearts on fire
Flow, river, flow
Flood the nations with grace and mercy
Send forth your word
Lord, and let there be light

My prayer today is this: "Lord, please work in our hearts with your Holy Spirit, and enable us to be more intentional and purposeful in shining your light into the lives of those we love and to all those whose lives are intertwined in some way with ours."  

If you haven't done so yet, and you feel that this article has blessed you in some way today, please feel free to either click "follow" or "subscribe via email" to get more articles like this in the future. May God bless you all! 

The Truth About Me

It dawned on me one day recently, that my sense of worth was tied up with a ton of "must do's" and "must not do's...