Kira-kira satu bulan yang lalu, saya menulis tentang Firman Allah sebagai sebuah lampu yang menerangi jalan yang gelap. Firman Tuhan bisa menjadi penolong untuk kita, bisa membawa kehidupan untuk kita, dan bisa menguatkan hati kita, asal kita membacanya dan menghargainya sebagai sesuatu yang sangat berharga di dalam hidup kita. Tetapi, setelah itu, apa yang akan kita buat? Apakah kita akan memegang terang itu dengan erat dan hanya memakainya untuk diri sendiri?
Firman Tuhan di dalam Lukas 11 ayat 33 katakan bahwa, "Tidak seorangpun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya." Ini adalah tantangan bagi Saudara dan saya. Apakah kita ingin agar lampu terang itu menerangi kehidupan kita sendiri saja, atau kita juga siap bercahaya untuk kehidupan orang lain?
Tanggung jawab kita pertama adalah terhadap keluarga kita sendiri. Di dalam Ulangan 11 ayat 19 katakan bahwa "Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun". Itu bukan tugas yang ringan saudara-saudara. Saya berbicara dengan anak-anak saya tentang kebenaran Firman Tuhan di siang hari tetapi saya tahu pasti saya tidak bicara dengan mereka di malam hari. Malah, kalau saya sudah siap diri untuk berbaring, lalu anak-anak datang mengganggu saya, saya biasanya bukan bicara dengan mereka tentang kebenaran Firman Tuhan tetapi saya bicara dengan kata-kata agak marah!
Kita harus bercahaya di dalam keluarga kita masing-masing. Tetapi kita harus bercahaya lebih jauh lagi dari pada hanya kepada keluarga kita. Di dalam Firman Tuhan yang sama, di ayat yang ke-18 dikatakan bahwa kita harus mengikat Firman Tuhan di tangan kita dan menaruhnya di dahi kita. Bahkan, ayat 20 menyuruh kita agar kita menulis kata-kata Firman Tuhan di tiang pintu rumah dan di pintu gerbang kita. Artinya, siapa saja yang kita bertemu dan siapa saja yang datang ke rumah kita, mereka harus mendengar dan melihat kesaksian atau contoh hidup tentang Injil Tuhan Yesus. Kalau mereka percaya atau tidak, itu bukan masalah kita, tetapi orang-orang harus dengar tentang Firman Tuhan lewat kita.
Saya teringat tentang lagu Kristen yang sangat terkenal di dunia barat. Lagu itu, ditulis oleh Graham Kendrick di tahun 1988, berjudul "Shine, Jesus, Shine". Refnya seperti ini:
Shine, Jesus, shineFill this land with the Father's glory
Blaze, Spirit, blaze
Set our hearts on fire
Flow, river, flow
Flood the nations with grace and mercy
Send forth your word
No comments:
Post a Comment