Thursday, February 18, 2021

Di Tengah Kekacauan

 Akhir-akhir ini, saya merasa bingung dan gelisah. Kenapa demikian? Karena dalam pandemi Covid-19 ini, saya membaca dan menonton berita yang justra saling berlawanan. Di ekstrim yang satu, saya mendengar bahwa ada banyak orang yang sakit berat dan / atau meninggal dunia oleh karena Covid-19. Oleh karena berita-berita seperti itu, banyak orang ketakutan. Beberapa minggu yang lalu saya merasa sakit akibatnya mengunjungi dokter di tempat prakteknya. Saya kaget melihat dokter tersebut, karena dia memakai masker yang abu-abu gelap yang sangat jelek dan yang menutupi hampir semua wajah dokter itu. Saya bayangkan kalau saya sempat membawa anak saya yang bungsu ke tempat itu, bisa-bisa anak saya akan lari ketakutan dari tempat praktek itu. Saya berpikir, “Wow, zaman ini berbeda sekali!”

Namun, di ekstrim yang satu, saya sudah membaca artikel-artikel dan menonton video-video di mana orang-orang percaya bahwa pendemi ini bukan saja direncanakan orang-orang tertentu dengan maksud yang jahat, tetapi bahkan pendemi ini cuman hoax. Mereka jelaskan bahwa ada banyak tes Covid yang hasilnya positif tetapi sebenarnya harusnya negatif. Artinya, tes yang dibuat orang-orang sains itu, tidak bisa dipercayai. Orang-orang seperti itu memberikan bukti, bahwa ada orang-orang yang mengambil dari binatang peliharaannya dan membawa sampel ke lab, dan hasilnya keluar positif. Mereka menklaim juga bahwa justru media yang membuat kita semua ketakutan jadi kita tidak berpikir dengan logika lagi.

Berita-berita yang sangat berlawanan seperti ini, membuat saya merasa bingung dan tidak tenang. Saya merasa seperti dunia kita sudah tidak ada arah lagi dan sudah sangat kacau. Kebenaran susah didapati. Saya bingung juga, saya harus mencari berita yang faktual di mana sekarang.

Tetapi Allah kita baik – sangat baik!! Saya percaya bahwa ayat-ayat yang saya dapati baru-baru ini, bukan secara kebetulan namun Tuhan ingin saya dapati ayat-ayat itu dengan maksud dan tujuan tertentu. Tuhan tahu jika saya memerlukan kebenaran yang ada di dalam ayat-ayat itu. Saya ingin membagi ayat-ayat ini biar Bapak / Ibu / Saudara / Saudari bisa diberkati seperti saya juga diberkati.

Ayat pertama adalah Yesaya 40:8. “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” Meskipun kita melihat banyak hal yang berubah-rubah bahkan kacau di muka bumi ini, namun Firman Tuhan tidak berubah. Kita selalu bisa mendapat kebenaran di dalamNya, dan kita selalu bisa dibimbing olehNya. Kita tidak mungkin dapat tahu dari Firman Tuhan ada berapa kasus Covid-19 sebenarnya dan apakah Covid-19 ini direncanakan atau tidak. Tetapi kita bisa dapat banyak hal yang jauh lebih penting dan bermakna dari pada itu.

Ayat yang kedua yang saya dapat adalah Maleakhi 3:6(a). Ayat itu berbunyi demikian, “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah…” Meskipun waktu itu Tuhan berbicara sama orang-orang Israel lewat hambaNya Maleakhi, Dia juga berbicara dengan kita, ribuan tahun kemudian. Karena, ingat, Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya! Ayat ini adalah ingatan yang manis untuk kita, bahwa Tuhan punya kasih sayang, Tuhan punya kesetiaan, Tuhan punya anugerah, Tuhan punya kekuatan, dan Tuhan punya keadilan tidak berubah. Kita selalu bisa bersandar padaNya. Luar biasa kan?!

Di tengah-tengah kebingungan dalam pandemi Covid-19 ini, marilah kita semua pegang erat kepada dua hal yang sungguh baik dan yang bisa membuat kita merasa teguh dan nyaman. Yaitu, Tuhan kita yang sungguh setia dan tak berubah, dan FirmanNya yang juga tidak berubah dan membawa damai sejahtera ke dalam hidup kita.

Kalau Bapak / Ibu / Saudara / Saudari menyukai arikel ini silahkan klik tombol “follow” atau tombol “subscribe via email” supaya bisa membaca artikel-artikel yang lain nanti. Terima kasih dan kiranya Tuhan memberkati kita semua!  

No comments:

Post a Comment

The Truth About Me

It dawned on me one day recently, that my sense of worth was tied up with a ton of "must do's" and "must not do's...