Pernahkah Bapak / Ibu / Saudara / Saudari sementara kerja dengan memakai internet, dan signal lemah? Bagaimana perasaan Bapak / Ibu / Saudara / Saudari? Pernahkah listrik padam selama delapan jam, dan makanan di kulkas menjadi rusak? Apakah Bapak / Ibu / Saudara / Saudari merasa stress waktu itu terjadi? Kalau saudara adalah pelajar, apakah pernah merasa cemas kalau tugas-tugas terlalu banyak? Sadar atau tidak, kecemasan (yang juga sering disebut "stress") adalah sesuatu yang mempengaruhi kita semua. Kecemasan itu bukan semata-mata hal yang buruk. Kecemasan itu bisa memotivasi kita untuk bekerja atau selesaikan sesuatu tugas "on time". Akan tetapi, kalau kecemasan itu terlalu banyak dan akibatnya kita menjadi sulit untuk membuat tugas-tugas seharian kita, atau pun kalau stress itu mulai mengganggu kesehatan kita, maka kecemasan itu sudah tidak menolong lagi.
Bagaimana dengan Bapak / Ibu / Saudara / Saudari? Apakah Bapak / Ibu / Saudara / Saudari pernah mengalami atau sedang mengalami kecemasan yang cukup mengganggu? Apakah kadang-kadang stress itu mengganggu kualitas hidup Bapak / Ibu / Saudara / Saudari? Jangan salah paham, kadang-kadang orang-orang sembunyi hal ini. Ada banyak orang yang tidak pernah akui kalau dia hadapi banyak stress, tetapi mungkin tanda-tanda antara lain adalah: merokok berat, minum alkohol yang berlebihan, sering marah-marah, bahkan mengutuk orang. Ada juga banyak penyakit yang bisa muncul oleh karena tingkah stress yang kita hadapi terlalu berat. Penyakit itu bisa saja ada penyebab fisik tetapi sering juga penyebab fisik tidak ditemui. Itu karena sering kali penyebabnya adalah penyebab psikologi atau emosional. Penyakit atau kondisi itu antara lain adalah: sakit mah dan penyakit pencernaan yang lain, sakit belakang atau bahu yang tidak hilang, sakit kepala dan juga migren. Itu sebenarnya tanda bahwa mungkin orang itu sulit hadapi pemicu-pemicu stress di dalam hidupnya.
Mungkin ada dari pembaca yang tahu kalau saya juga terkadang bergumul dengan sering merasa cemas. Sebelum Covid, saya merasa demikian karena mungkin sifat saya terlalu berhati-hati atau sedikit penakut :). Saya tidak tahu dengan keadaan Saudara tetapi sejak adanya Covid, PPKM, dan lain-lain, saya mulai lebih cemas dari sebelumnya. Akan tetapi, sejak tanggal enam Oktober pagi, saya justeru merasa jauh lebih baik dan hampir tidak merasa stress lagi. Apa yang terjadi? Pagi itu saya merasa terinspirasi oleh Tuhan dan saya harus menulis inspirasi itu. Ini yang saya menulis di jurnal saya...
Tuhan memberi saya inspirasi pagi ini waktu saya masih berbaring di tempat tidur. Dan inspirasi itu mulai dari Filipi 4:8 yang berbunyi demikian: "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Saya sadar sekarang bahwa saya dari kecil sampai sekarang tidak pegang konsep itu. Malah saya buat yang sebaliknya! Saya selalu berpikir banyak tentang hal-hal yang menakutkan, tentang apa yang orang-orang buat yang jahat, dan saya bayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi kepada saya atau keluarga saya. Sekarang baru saya sadar betapa bodok kebiasaan itu! Tetapi saya tidak perrnah evaluasi kebiasaan itu atau bertanya diri saya sendiri apakah kebiasaan itu berguna untuk saya atau tidak. Suami saya pernah menyuruh saya dengan humor, bahwa saya seharusnya menulis buku horor, karena saya begitu pintar membayangkan hasil-hasil yang buruk.
Dalam bahasa Inggris ada sepatah kata yang berbunyi: "Practice makes perfect" Arti ekspresi itu adalah: latihan menghasilkan kesempurnaan. Memang itu benar. Kalau kita berlatih dengan keras suatu skill maka kita akan lebih dekat dengan kesempurnaan. Dan saya sudah berlatih "skill" saya dengan keras. 😂 Sayangnya, skill itu tidak bagus! Saya sangat kecewa dengan apa yang saya sudah buat di dalam hidup saya. Tuhan sudah memberikan kepada saya kunci hidup yang lebih baik. Kunci hidup yang lebih penuh dengan damai sejahtera. Kalau selalu merenung hal-hal yang menakutkan kita sendiri menjadi orang-orang yang makin hari makin takut dan cemas dan stress menghadapi hidup. Jadi sekarang saya mau merubah hidup saya. Saya mau merubah kebiasaan saya dari merenungkan dan menghayal hal-hal yang buruk yang bisa terjadi, dan sekarang saya mau mengaplikasikan Filipi 4:8. Saya mau berpikir tiap hari yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar... ya, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji!
Saya tidak mau menulis cerita horor. Saya mau menulis cerita yang penuh kebahagiaan dan damai. Saya mau menulis, berpikir, dan menghidupkan cerita kebenaran Tuhan. Saya akan mengisi otak saya dengan semua pikiran yang indah seperti tertulis di Filipi 4:8. "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Kata-kata itu yang ditulis oleh Paulus dan Timotius dari Tuhan memang sederhana tetapi juga sangat dalam! Kata-kata itu akan merubah hidup saya. Sebagaimana Paulus dan Timotius menulis di ayat yang berikut, ayat 9: "Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu." Kalau kita melakukan itu, maka kita akan mendapat damai sejahtera dari Tuhan.
Itu, Bapak / Ibu / Saudara / Saudari, yang saya menulis di jurnal saya sekitar dua minggu yang lalu. Itu cerita pribadi saya yang sebenarnya saya tidak membuka dengan orang lain. Tetapi saya tahu bahwa saya tidak sendiri. Ada banyak orang lain yang juga sering merasa stress, cemas, dan takut. Kadang-kadang mereka tidak terbuka, tetapi kita melihat tingkah laku mereka sering tegang, atau marah-marah. Kalau mereka jujur, sebenarnya mereka mengalami stress. Jadi saya sharing tulisan saya ini agar supaya bisa menolong orang-orang lain yang membutuhkannya. Mungkin Bapak / Ibu / Saudara / Saudari bukan orang yang tipe ketakutan dengan apa yang ada di depan, tetapi bisa saja saudara sering merenung dan merasa depresi dengan apa yang sudah terjadi di hidup saudara. Atau mungkin Bapak / Ibu / Saudara / Saudari menghadapi sesuatu yang berat misalnya ada suami / istri / anak yang sakit berat, atau Bapak / Ibu / Saudara / Saudari punya masalah di dalam pernikahan atau di dalam relasi keluarga, atau apapun yang Bapak / Ibu / Saudara / Saudari hadapi, kiranya strategi sorgawi yang luar biasa di Filipi 4:8 bisa menolong Bapak / Ibu / Saudara / Saudari. Akui dulu kesulitan yang Saudara hadapi, dan perasaan sedih / takut / duka yang Saudara rasakan. Lalu minta Tuhan menolong Saudara supaya mampu mengisi otak dengan semua yang benar, mulia, adil, dan manis yang Tuhan berikan. Pasti Saudara akan merasakan kedekatan Tuhan dan otak Saudara dan hati Saudara akan diisi dengan damai sejahtera Tuhan.
Kalau Bapak / Ibu / Saudara / Saudari merasa diberkati Tuhan dari Filipi 4:8, silahkan share di bagian comment di bawa. Dan Bapak / Ibu / Saudara / Saudari kalau belum buat, silahkan "follow" atau "subscribe via email" agar bisa membaca artikel-artikel lain yang akan datang. Charis dan Syalom.
No comments:
Post a Comment