Saya telah tinggal sebagai orang asing di Indonesia selama hampir 22 tahun. Saya bersyukur karena sebagai orang asing di sini saya dapat bertemu dan berkenalan dengan banyak orang yang dari latar belakang yang berbeda dari saya. Oleh sebab itu, saya dapat belajar banyak tentang berbagai perspektif yang berbeda, belajar bahasa-bahasa yang berbeda, dan mengenal budaya-budaya yang berbeda, bahkan dapat menikmati makanan-makanan yang enak dan lezat yang sebelumnya saya tidak pernah makan. Akan tetapi, ada hal-hal yang negatif juga, yang saya hadapi. Salah satunya, bahwa saya harus setiap kali mengurus ijin tinggal untuk tetap tinggal di sini. Baru-baru saya dapat masalah sedikit dengan hal itu dimana saya bisa dikeluarkan. Puji Tuhan akhirnya semua berjalan dengan baik.
Baru-baru saya membaca dari satu dan dua Petrus di dalam Alkitab saya, dan disitu rasul Petrus menamakan orang-orang percaya sebagai orang asing. Dulu saya pernah membaca pasal itu, tetapi sekarang baru saya lebih pahaminya. Rasul Petrus katakan dalam 1 Petrus 1:17: "Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini ." Dan di dalam 1 Petrus 2:11 berbunyi: "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa." Sebagai orang asing, kami sepertinya bukan milik negara. Semua orang asing baik orang tua atau orang muda, mau orang kaya atau miskin, harus urus ijin tinggal untuk tetap tinggal di dalam negara. Rasul Petrus katakan kalau kita ikut Yesus Kristus kita harus sadar kalau kita adalah orang asing di bumi. Kalau kita orang milik dunia ini (orang dunia asli) maka kita akan ikut dunia dan mengikuti apa saja yang orang dunia buat, termasuk mengikuti keinginan-keinginan daging. Dia menasehati kita untuk menjauhkan diri dari keinginan-keinginan yang salah itu. Singkatnya, kita harus hidup takut akan Tuhan dan bukan takut akan apa yang dunia bilang.
Saya mau ingatkan kita semua bahwa kita adalah orang-orang asing di dunia. Saya ingin mendorong kita semua untuk hidup sebagai orang asing, dengan kesadaran yang penuh bahwa kita tinggal di dunia ini hanya untuk sementara saja. Kewarganegaraan kita bukan di dunia ini tetapi kewarganegaraan kita adalah di sorga. Jadi mari kita berbuat baik kepada orang lain dan menghormati Tuhan - apapun terjadi - dengan mata dan hati tertuju ke rumah kita yang asli dan yang indah.
Kalau bapak / ibu / saudara belum membuatnya, saya memohon untuk diklik "follow" atau "subscribe via email" di sebelah kanan biar dapat membaca lagi artikel seperti ini. Dan, silahkan bapak / ibu / saudara menulis pendapatnya di bagian "comment" di bawa. Terima kasih bagi semua yang telah mensuport saya! Charis dan syalom.
No comments:
Post a Comment