Wednesday, October 14, 2020

Hidup Yang Bermakna

Akhir-akhir ini saya berpikir banyak tentang kata "wholesome". Suami saya berpikir tidak ada kata dalam bahasa Indonesia yang bisa dipakai untuk menerjemahkan kata "wholesome" dengan persis. Yang paling dekat mungkin "hidup yang bermakna". Saya mau mencoba membagikan dengan saudara-saudara apa yang ada di pikiran saya. Saya berpikir bahwa ada banyak sekali perubahan di dunia dalam tahun-tahun terakhir akhibat teknologi yang berubah begitu cepat, dan oleh karena datangnya wifi yang lebih bagus, dan lain sebagainya. Saya berpikir bahwa banyak perubahan itu meskipun kelihatannya bagus, justru membawa hal-hal yang negatif ke dalam kehidupan kita dan membuat hidup kita menjadi kurang bermakna. Kalau saya punya kemampuan yang powerful maka saya ingin mempunyai suatu kehidupan yang berarti. 

Apa yang saya maksudkan dengan kehidupan yang kurang berarti? Saya pikir hidup yang kurang berarti terjadi tatkala kita begitu siiiiibuk di mana kita tidak mempunyai waktu untuk membaca Firman Tuhan dan berdoa. Kita terlalu sibuk dengan hal-hal yang lain sehingga tidak ada cukup waktu untuk  isteri / suami / anak-anak / orang tua / kakak-adik. Akibatnya kualitas hubangan-habungan yang ada menjadi lemah. Di pihak lain, kurang baik juga kalau kita begitu sibuk dan akhibatnya kita tidak memperhatikan kesehatan kita sendiri sehingga kita tidak bisa menikmati apa yang kita memiliki karena kerja keras kita itu. Hal yang sama dengan kesibukan kita setiap hari yang hanya melihat semua posting orang di sosmed, akhibatnya kita mengetahui gerak-gerik semua orang, tetapi kita tidak pernah duduk bersama orang-orang itu dan berbicara lebih dalam dengan mereka. Saya sering melihat ada keluarga yang keluar untuk makan bersama di restoran atau pergi ke taman rekreasi untuk bermain-main bersama keluarga akan tetapi sayangnya pada saat yang sama saya melihat justru setiap orang memegang HPnya masing-masing dan bicara dengan orang yang lain! Saya berpikir, wah untuk apa keluar bermain-main sama keluarga kalau mau berkomunikasi dengan orang lain?! Itu juga menurut saya bukan sebuah hidup yang bermakna.

Dalam renungan saya, saya bertanya dalam hati saya: "Adakah arahan atau bimbingan dari Alkitab  tentang hidup yang berarti? Tiba-tiba saya diingatkan tentang kata Rasul Paulus di Filipi 4:8 yang berbunyi: "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Dari ayat ini saya merasa termotivasi untuk membuat beberapa perubahan di dalam hidup saya agar bisa menjadi berarti. Pertama-tama, saya membuat rencana yang jelas untuk membuang lebih banyak waktu untuk membaca Firman Tuhan dan berdoa secara pribadi. Dengan begitu saya akan teringat setiap hari bagaimana saya harus hidup dan akan teringat tentang kebahagiaan yang luar biasa yang kita memiliki dalam Yesus Kristus. Saya dan suami saya membuat keputusan untuk anak-anak kami agar segera mengurangi penggunaan HP dan atau laptopnya. Kami memutuskan secara bersama dan menyampaikan kepada mereka karena kami berpikir hal itu akan menajdi manis bagi hidup mereka meskipun mereka tentu tidak sependapat dengan kami. Harapan kami tatkala mereka jadi lebih besar mereka akan sadar tentang betapa penting dan manisnya keputusan kami itu. Kami juga membuat jadwal untuk berolah-raga bersama beberapa kali setiap minggu. Kami berpikir itu penting untuk kesehatan kami dan benar-benar baik untuk hubungan sebagai keluarga. Kadang-kadang kami hiking secara bersama sambil menikmati alam raya. Ini sangat indah dan mulia karena kita dapat menikmati alam semesta yang indah dan memuliakan Sang Pencipta saat kita menkmati keindahan alam itu.

Contoh-contoh ini saya berikan  bukan untu menajdi sebuah pola yang harus dibuat setiap hari, tetapi hanya untuk memberi motivasi kepada Saudara-Saudari. Karena kita masing-masing mempunyai kehidupan yang berbeda dan situasi yang berbeda. Semoga Saudara-Saudari bisa termotivasi dan bisa membuat sesuatu perubahan di dalam hidup saudara. 

Harapan saya dengan membaca tulisan saya ini hidup Saudara bisa menjadi lebih bermakna. Akhirnya kiranya kehidupan kita menjadi lebih benar, lebih mulia, lebih adil, lebih suci, lebih manis dan lebih patut di puji dan menjadi "persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah" (Roma 12:1). 

Demikianlah beberapa pikiran saya tentang hidup yang bermakna. Silahkan membagi pikiran saudara-saudara di bagian comment dibawa. Saya akan senang bila saya bisa membacanya!

No comments:

Post a Comment

The Truth About Me

It dawned on me one day recently, that my sense of worth was tied up with a ton of "must do's" and "must not do's...